Krisis Eropa Makin Parah, Modalnya Serbu Asia. Hati2 Gelombang Migrasi ke Indonesia

Posted By: trisno widodo - 14.10

Share

& Comment

Negara Maju bakal Masuki Emerging Market 
Jumat, 03 Agustus 2012 01:54 WIB 

JAKARTA--MICOM: Pengamat pasar modal Michael Tjoajadi menilai kondisi ekonomi negara maju (develop market) yang pertumbuhannya cenderung melambat akan meningkatkan investasi masuk ke negara berkembang (emerging market) semakin marak. "Investor akan condong masuk ke dalam emerging market dibanding develop market seiring dengan pertumbuhan negara berkembang melebihi negara maju," ujar Michael Tjoajadi yang juga Presiden Direktur PT Schroder Investment Management, di Jakarta, Kamis (2/8). 

Ia menambahkan, peringkat negara maju banyak yang mengalami pemangkasan, hal itu memicu tingkat risiko investasi meningkat. Kondisi itu menjadi salah satu katalis aliran dana asing akan masuk ke emerging market salah satunya Indonesia. "Rating negara maju banyak yang diturunkan, dengan turunnya peringkat itu maka risiko akan berubah, sedangkan dari 'emerging market' peringkatnya mengalami kenaikan. Saat ini banyak investor yang berpindah investasi ke dalam risiko yang lebih rendah," ucap dia. 

Meski demikian, kata dia, untuk mendorong dana asing masuk ke dalam negeri harus diiringi dengan infrastruktur yang memadai, dan politik yang stabil di dalam suatu negara. Ia menambahkan, tingkat pengangguran yang rendah juga merupakan salah satu faktor utama karena hal itu akan mendukung daya beli masyarakat domestik tetap tinggi. "Dengan politik yang stabil maka akan memberi keamanan bagi investor. Lalu tanpa infrastruktur yang memadai maka pertumbuhan akan berhenti, kemudian daya beli domestik juga harus dikuatkan," kata dia. 

Menurut dia, pasar modal Indonesia agar lebih mempersiapkan diri menyambut masuknya aliran dana asing, lesunya pasar global menjadi peluang bagi Indonesia. Michael juga mengatakan, melambatnya ekonomi global yang dipicu dari Eropa masih akan berlangsung cukup lama dan dapat berimbas pada penurunan impor dari China ke Eropa. "Kalau produksi China melambat, otomatis impor batu bara dan komoditi dari Indonesia makin melemah," katanya. 

Meski demikian, menurut Michael, secara fundamental krisis Eropa tidak akan banyak berpengaruh bagi pasar modal Indonesia. Ia mengharapkan, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu meningkatkan likuiditas di pasar modal Indonesia. Salah satu caranya dengan meningkatkan jumlah emiten yang melakukan enawaran umum saham perdana (IPO). "Pasar modal Indonesia punya peluang besar untuk tumbuh, tapi butuh waktu," ujarnya. 
http://www.mediaindonesia.com/read/2...merging-Market


Krisis Keuangan, 18 Juta Orang Eropa Pengangguran
Rabu, 01 Agustus 2012 , 09:26:00

LONDON - Tingkat pengangguran di 17 negara Eropa pengguna mata uang euro mencapai rekor baru. Tercatat hingga Juni ini angka pengangguran mencapai 11,2 persen bulan. Ini angka tertinggi sejak zona euro dibentuk pada 1999. Rekor tingkat pengangguran tersebut menyamai angka revisi untuk Mei. Sementara itu, Uni Eropa menyatakan harga konsumen naik dengan laju tahunan 2,4 persen pada Juli, sama seperti pada bulan sebelumnya. Angka ini melebihi target kurang dari 2 persen yang ditetapkan Bank Sentral Eropa.

Menurut laman VOA (31/7), tingginya tingkat pengangguran dan inflasi melemahkan kondisi ekonomi zona euro. Beberapa negara terjerumus ke resesi yang dalam. Para penyusun kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan bertemu hari Kamis (2/8) mendatang guna memutuskan apakah akan membuat perubahan kebijakan. Hal ini untuk meningkatkan ekonomi kawasan dan membantu mengurangi biaya pinjaman bagi Spanyol dan Italia yang mengalami masalah keuangan.
http://www.jpnn.com/index.php?mib=be...tail&id=135470


Krisis Utang Eropa Meluas, Ratusan Ribu Orang Migrasi ke Jerman
Imigran dari Yunani, menurut data statistik tersebut, meningkat 90 persen dari tahun sebelumnya yaitu 2010
Kamis, 17 Mei 2012 07:11 WIB 

WIESBADEN, Jaringnews.com - Krisis ekonomi yang melanda wilayah Eropa, mengakibatkan migrasi penduduk dari satu negara ke negara yang lainnya terus meningkat. Migrasi ini makin dipermudah dengan adanya akses gratis ke pasar tenaga kerja. Tahun lalu, khusus di Jerman, jumlah imigran dari luar Jerman yang masuk Jerman terus meningkat. Jumlah imigran meningkat pada tahun 2011 ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir ini. Hampir 960.000 orang pada tahun lalu telah pindah ke Jerman, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya, demikian data yang dikeluarkan Kantor Federal Statistik di Wiesbaden, seperti diberitakan Spiegel.de, Kamis (16/5) kemarin. Kantor statistik itu juga menyebutkan bahwa dari semua negara di wilayah Uni Eropa, Jerman lah yang paling banyak dimasuki imigran asing.

Kebanyakan imigran yang masuk Jerman adalah mereka yang datang dari negara-negara yang terlanda dan terpukul krisis keuangan. Imigran dari Yunani, menurut data statistik tersebut, menungkat 90 persen dari tahun sebelumnya yaitu 2010. Menyusul imigran Yunani adalah imigran dari Spanyol yang meningkat sebesar 52 persen. Sementara itu, jumlah imigran dari Polandia dan Hongaria juga meningkat, begtu juga imigran dari Bulgaria dan Rumania.
http://jaringnews.com/internasional/...rasi-ke-jerman


Jumlah Penduduk Eropa Tembus 500 Juta
Selasa, 27 Juli 2010 | 21:37 WIB 

BRUSSELS, KOMPAS.com — Penduduk Eropa telah melewati angka setengah miliar secara resmi tahun ini, dengan kira-kira 1,4 juta lagi tinggal di 27 negara di Uni Eropa. "Penduduk EU sampai 1 Januari 2010 mencapai 501,1 juta. Satu tahun sebelumnya 499,7 juta, dengan 900.000 imigran masuk blok itu dan penambahan alamiah 500.000," papar badan Eurostat. 

Lebih dari lima juta anak lahir pada 2009 di seluruh EU, dengan angka kelahiran tertinggi tercatat di Irlandia, Inggris, dan Perancis, dan terendah di Jerman dan Austria. Eurostat mengatakan, dalam istilah relatif, negara-negara dengan jaringan pemasukan terbesar adalah Luksemburg, Swedia, Slovenia, Italia, dan Belgia. Adapun Irlandia dan Lithuania adalah negara-negara dengan kehilangan terbanyak melalui emigrasi. 

Sementara itu, jumlah penduduk China akan mendekati 1,4 miliar pada 2015. Hal tersebut menurut laporan-laporan media di negara itu bulan ini. Adapun India, yang terakhir mencatat pada 2001 sedikit di atas satu miliar, sekarang ini sedang berjuang untuk merampungkan sensus barunya.
http://nasional.kompas.com/read/2010...embus.500.Juta


------------------

Migrasi penduduk kulit putih Eropa ke Asia, terutama ke negara-negara yang ekonomi sedang bagus seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, India atau pun China, bukanlah suatu isapan jempol di masa kini. Akibat tekanan ekonomi yang berat karena krisis Eropa yang tak kunjung pulih, gelombang pelarian dari Eropa itu dipastikan bukan terbatas pada pelarian modal saja, tetapi hanya soal waktu pelarian SDM atau penduduknya ke negara lain (migrasi). Sejarah membuktikan, ketika Revolusi Industri di Eropa pada abad 17 meluas, tekanan ekonomi akibat kemiskinan, menyebabkan jutaan orang Eropa yang bermigrasi ke Benua Amerika. Begitu pula ketika terjadi krisis ekonomi akibat penerapan sistem Merkatilisme di abad ke 16, menyebabkan banyak orang Eropa mencari koloni-koloni baru di Asia dan Afrika, yang kemudian menjadikannya negara jajahan. Semua berlatar belakang krisis ekonomi berat yang menimpa rakyat Eropa pada masa itu.

Nah, tahun memasuki awal abad 21 sekarang, krisis ekonomi Eropa yang tak kunjung usai, bahkan akan bertambah parah, sangat mungkin akan mendorong pelarian atau migrasi penduduknya pula. Pelarian modal seperti yang terjadi sekarang, baik berupa portofolio di Pasar Modal dan Pasar uang ke negara-negara 'emerging market' yang sedang tumbuh di Asia, pada akhirnya semakin melemahkan pertumbuhan ekonomi di Eropa sana, karena tak ada investasi baru, terutama dis ektor manufaktur mereka. Pada giliran berikutnya, akibat banyak pabrik-pabrik di Eropa yang tutup atau di relokasi ke China, Thailand, India, Malaysia dan Indonesia, otomatis semakin menambah tingginya angka pengangguran. Jalan terkahir para penganggur itu kalau di Eropa sudah tak ada harapan lagi (sampai seberapa kuat ekonomi Jerman menanggung barisan pengangguran negara Uni-Eropa plus Eropa Timur yang saat ini ramai menyerbu negaranya itu? ), mereka pasti cari makan ke luar negeri. Ke Amerika dan Canada? kali ini tidak, sebab negara-negara Amerika Utara itu pun sedang dilanda krisis ekonomi yang sama. Maka harapan satu-satunya adalah ke negeri-negara 'emerging market' yang maju seperti Indonesia ini. Teman gua di imigrasi pernah cerita, akhir-akhir ini penduduk kulit putih asal Eropa, sudah mulai banyak yang bekerja apa saja di Jakarta dan Bali dengan memanfaatkan visa kunjungan wisata 3 bulan itu. Kalau visa habis, mereka cukup menyeberang ke Singapore via Batam atau dari Kupang ke Darwin, sekedar untuk mengecap izin visa baru. Dan jumlahnya terus saja bertambah dari hari ke hari.

Apa datang ke Indonesia tak kejauhan bagi imigran Eropa itu? yaaa kagaklah yau, itu lihat gelombang imigran gelap dari Iran, Irak dan Afghanistan yang mau pergi ke Australia, yang suka ditangkapi aparat keamanan kita saat melalui wilayah kita, itu contoh saja. Padahal jarak Timur tengah ke Australia itu lebih jauh dibanding jarak Eropa ke Indonesia. Dan, masih ingat dulu zaman VOC, bahkan dengan kapal layar yang harus memutar melalui Laut Tanjung Harapan (Afrika Selatan) yang ganas, mereka sampai saja kemari. padahal itu abad ke 16.sumber

About trisno widodo

Organic Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 comments:

Copyright © 2015 blog trisno

Designed by Templatezy