budaya sekali buang

Posted By: trisno - 14.22

Share

& Comment

Kompas.co.id
Gagasannya mengikuti produk-produk yang mengikuti "budaya sekali buang" berkembang di negara-negara Barat, seperti pencukur, korek api, dan sejenisnya. Perkembangan teknologi komunikasi informasi, terutama ponsel, menjadi begitu cepat sehingga menimbulkan berbagai persoalan.

Persoalannya bukan pada teknologinya yang mengikuti Hukum Moore yang melipatgandakan kemampuan komputasi dalam kurun waktu tertentu, tetapi lebih pada persoalan sosial. Ponsel bukan lagi menjadi produk teknologi an sich, tetapi sudah menjadi life style yang melekat secara mendalam.

Di negara maju seperti AS, ponsel pun menjadi produk disposable (sekali buang) yang memang menjadi bagian dari budaya mereka.

Ponsel sekali pakai ini prinsipya sama dengan ponsel digunakan sehari-hari. Isi sebuah ponsel GSM atau CDMA adalah sebuah papan sirkuit dan komponen lain seperti speaker dan mikrofon.

Semua sirkuit dalam ponsel ini terbuat dari pengabelan yang kecil berwarna metalik, menghubungkan berbagai mikroprosesor dan komponen lainnya.

Ponsel sekali pakai ini juga mempunyai konfigurasi yang sama. Bedanya, kabel-kabel metalik diganti tinta metalik yang dicetak, bisa kertas, plastik, atau sejenisnya.

Total ada enam komponen yang menjadi sebuah ponsel sekali pakai, mulai dari kertas, jaringan sirkuit, komponen noncetak (seperti keypad atau kapasitor), grafik yang membentuk tombol angka ponsel, perekat yang mendukung faktor bentuk ponsel, dan baterai.

Karena bahannya terbuat dari kertas, ukuran ponsel sekali pakai ini sangat tipis setara sebuah kartu kredit. Dan faktor bentuk ponsel sekali pakai ini memiliki lebar 5,08 cm dan tinggi 7,62 cm.

Perbedaan lain ponsel yang bisa dibuang ini adalah tidak memiliki tampilan layar dan harus menggunakan alat pendengar earphone untuk menggunakannya. Mereka yang sudah keranjingan dengan penggunaan SMS pasti tidak bisa menggunakan ponsel ini.

Siapa saja bisa menjadi pengguna ponsel sekali buang ini, terutama ibu, anak-anak, dan orang tua. Mereka paling banyak menjadi konsumen sekali pakai ini. Buat anak-anak, ponsel ini jadi perangkat yang menarik untuk dimiliki karena bisa menjadi seperti barang koleksi dengan berbagai macam desain grafik.

Buat operator Indonesia, GSM maupun CDMA, ponsel ini bisa menjadi produk promosi yang menarik. Operator tidak lagi hanya menjual nomor SIM card, tetapi menjual ponsel yang berfungsi seharga SIM card. Menarik? Setidaknya untuk menambah jumlah pelanggan

About trisno

Organic Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 comments:

Copyright © 2015 blog trisno

Designed by Templatezy